Dinas Dikbudpora Kab. Tebo

Muara Tebo, Disdikbud - Pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik dan/atau cuti bagi pegawai Aparatur Sipil Negara dalam masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik pegawai aparatur sipil negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik pada periode 06 Mei sampai 17 Mei 2021.

Muara Tebo, Disdikbud – Disampaikan Kepada Yth. Korwas dan Pengawas SMP, Kepala SMP, dan Kepala SMP Satu Atap dalam kabupaten Tebo, dalam rangka Diseminasi Kebijakan/Peraturan bidang Pendidikan Dasar Tahun 2021, dengan hormat kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk hadir pada:


Hari/Tanggal

: Senin, 19 April 2021

Pukul

: 08.00 WIB s/d Selesai

Acara

: Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Bidang Pendidikan Dasar Tahun 2021

Tempat

: Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo


Dalam melaksanakan kegiatan tersebut diharapkan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir (menggunakan hand sanitizer). Demikian disampaikan untuk dilaksanakan, atas kehadiran tepat waktu diucapkan terima kasih. Unduh surat undangan klik di sini (Adm)

Muara Tebo, Disdikbud - Menyusul surat kami Nomor 872/691/DIKBUD/2021 Tanggal 18 Maret 2021 perihal Persiapan Implementasi Single Sign On (SSO) Digital Signature (DS) Nasional dan Pemutakhiran Data Mandiri ASN Instansi Daerah Dalam Wilayah Kabupaten Tebo, bersama ini disampaikan daftar instansi yang belum menyerahkan data tersebut sebagaimana terlampir untuk selanjutnya dapat disampaikan ke Bupati Tebo Cq. Kepala BKPSDM Kabupaten Tebo Bidang Mutasi, Informasi, Pengembangan Karir dan Kompetisi BKPSDM Kabupaten Tebo paling lambat hari Jum'at, 16 April 2021.


Muara Tebo, Disdikbud - Untuk mendorong pengembangan kapasitas dan kualitas sekolah secara berkelanjutan, program PINTAR Tanoto Foundation meluncurkan program pelatihan berbasis digital Learning Management System (LMS) yang diberi nama e-PINTAR, Rabu, (7/4/2021).


Keunggulan program ini, para guru dari seluruh Indonesia dapat berlatih secara mandiri mengembangkan pembelajaran aktif dalam pembelajaran tatap maya atau tatap muka melalui platform LMS pintartanoto.id. Peserta dalam kelompok-kelompok juga difasilitasi mengikuti pelatihan daring yang didampingi fasilitator pada waktu-waktu yang telah ditentukan.


Untuk tahun ini, pelatihan daring bisa diikuti oleh individu guru melalui pendaftaran terbuka dan kelompok belajar guru melalui undangan. Angkatan pertama pelatihan e-PINTAR akan dilaksanakan pada April 2021 yang diikuti sekitar 800 peserta. Tanoto Foundation juga sudah menyiapkan 60 fasilitator yang akan mendampingi peserta.


Foto: Indra Gusman, guru SDN 210 Tanjung Dani Kabupaten Tebo sedang mempraktikkan penggunaan e-Pintar melalui platform learning management system (LMS) pintartanoto.id. Melalui e-PINTAR, Tanoto Foundation melatih dan mendampingi para guru di Indonesia cara mengembangkan pembelajaran aktif dalam pembelajaran tatap maya atau tatap muka.


Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menyebut pandemi semakin mempercepat penggunaan teknologi untuk kemajuan pendidikan. "Tanoto Foundation ingin memanfaatkan daya ungkit teknologi untuk bisa menjangkau guru-guru di luar daerah binaan kami agar bisa menerima pelatihan praktikal untuk pembelajaran,” kata Ari.


Melalui e-PINTAR, para guru dilatih mengembangkan pembelajaran aktif dengan unsur MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi; mengembangkan pertanyaan yang mendorong siswa berpikir produktif, imajinatif, dan terbuka; serta pengelolaan kelas sehingga siswa dapat lebih efektif dalam pembelajaran jarak jauh atau tatap muka.


Para guru yang terlibat dalam pelatihan ini didorong untuk memperkuat jejaring antar guru melalui inovasi pembelajaran peer-learning (belajar dengan sejawat) dan penguasaan teknologi untuk pembelajaran.


“E-learning yang disediakan oleh Tanoto Foundation sudah bagus, karena ada materi dan forum diskusi online yang memancing peserta jadi lebih interaktif,” ungkap Indra Gusman, salah seorang peserta yang juga guru SDN 210 Tanjung Dani Kabupaten Tebo.


Reski Hasanah, salah satu peserta dari Sarolangun juga turut merasakan manfaat dari pelatihan e-Pintar.


“Pelatihan daring ini membuat saya bisa memaksimalkan pemanfaatan e-learning untuk pembelajaran. Seperti memanfaatkan beragam fitur seperti video pelatihan, konten interaktif, infografis dan forum diskusi dalam e-learning,” jelas Reski.


Muara Tebo, Disdikbud - Generasi milenial atau lebih sering disebut sebagai anak zaman now nyatanya lebih bangga saat menggunakan produk brand ternama import. Baru saja kemarin saya mendengar celetukan salah seorang anak didik yang membuat saya prihatin  kamu makannya ayam geprek ya? Ah gak level aku sukanya KFC”.

 

Tentu hal ini amat disayangkan karena banyak produk dari dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah bahkan lebih baik dibandingkan produk luar negeri.

 

‘Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta’ begitulah pepatah yang cocok untuk menggambarkan celetukan anak didik saya tadi. Hal ini terbukti ketika saya membawa sebuah produk coklat lokal, hampir semua anak didik saya terkejut tidak menyangka produk tersebut buatan dalam negeri.

 

‘Produk lokal rasa internasional’ inilah mindset yang harus tertanam dalam setiap diri generasi muda. kebanggaan menggunakan produk  dalam negeri harusnya ada pada  setiap diri generasi muda.

 

Sebenarnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda agar produk dalam negeri berkembang pesat yaitu dengan mengubah mindset dan gaya hidup. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah membeli dan menggunakan produk-produk lokal. Hal kedua  yang bisa dilakukan adalah dengan mengenalkan produk lokal kepada kerabat dan teman-teman.

 

Dewasa ini, iklan dianggap sangat penting untuk memperkenalkan sebuah brand produk. Banyak produk yang sukses di pasaran karena kekuatan iklan. Sehingga tak dapat dipungkiri, iklan menjadi alat jualan yang sangat penting bagi produsen.

 

Mengingat pentingnya iklan dalam mengenalkan dan memasarkan produk  maka saya mengajak anak-anak didik saya untuk  lebih mengenal, mencintai dan mendukung produk lokal lewat kegiatan menggambar poster iklan warna-warni.

 

Saat ini saya kebetulan aktif mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP 31 Kabupaten Tebo. Materi pokok yang saya ajarkan di kelas VIII salah satunya adalah Teks Iklan, Slogan dan Poster.  Pada materi ini saya berusaha menyusun LKPD  yang  bisa membantu peserta didik belajar aktif, kreatif, dan menyenangkan.

 

Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu: menyajikan gagasan, pesan, ajakan dalam bentuk iklan, slogan, atau poster secara lisan dan tulis.

 

Melalui praktik pembelajaran yang baik peserta didik bisa memperoleh pengalaman belajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Saya memilih model pembelajaran PJBL (Project based learning) karena sangat cocok untuk mengembangkan kreativitas peserta didik. Tahapan pembelajaran yang saya terapkan terdiri dari dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap langkah-langkah pembelajaran.

 

Bertempur harus siap sedia senjata begitulah kira-kira yang menggambarkan betapa pentingnya tahap persiapan. Hal yang harus dipersiapkan yaitu mendesain RPP, merancang LKPD, serta menyiapkan alat dan bahan untuk membuat poster.

 

Pada tahap langkah-langkah pembelajaran saya mengadopsi konsep MIKiR Tanoto Foundation. Langkah pertama yaitu kegiatan pendahuluan. Langkah kedua yaitu kegiatan inti dan langkah ketiga adalah kegiatan penutup.

 

Pada langkah pendahuluan sangat penting di jelaskan tujuan pembelajaran agar peserta didik memahami manfaat belajar materi tersebut dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan-sehari.

 

Langkah pembelajaran yang selanjutnya yaitu kegiatan inti. Pada kegiatan inti ada konsep Mengalami yaitu peserta didik diajak melakukan kegiatan literasi. Peserta didik diminta untuk membaca informasi lewat buku pelajaran.

 

Lalu, peserta didik diminta untuk mencermati contoh gambar poster yang ditempelkan pada papan tulis.  Selanjutnya, saya memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi aneka pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran.

 

Ada beberapa pertanyaan muncul, diantaranya: 1. Bagaimana cara menyajikan gagasan dalam bentuk Poster? 2. Apa saja alat dan bahan yang diperlukan dalam menulis poster? 3. Apa saja langkah-langkah dalam menulis poster?

 

Bagaimana cara menyajikan gagasan dalam bentuk Poster? 

 

Gagasan yang baik adalah gagasan yang memotivasi diri dan orang lain. Gagasan bisa disajikan dalam bentuk bahasa iklan yang sopan tapi tetap menarik perhatian orang/konsumen.  

 

Gagasan yang tertuang dalam bentuk bahasa iklan dapat memberikan nilai tambah terhadap produk atau brand tertentu sehingga produk tersebut dapat dinilai  prestidge dibandingkan produk lain.

 

Secara keseluruhan bahasa iklan yang mudah diingat dan menarik menjadi kunci utama yang memengaruhi pembeli agar melirik produk tersebut.

 

Menuangkan gagasan dalam bentuk poster  artinya tidak hanya sekedar menulis slogan saja tetapi juga terdapat perpaduan dengan gambar yang menarik. Gagasan yang tertuang dalam komposisi yang seimbang antara slogan dan gambar inilah yang menjadikan poster sebagai pilihan para produsen dalam memperkenalkan produk.

 

Apa saja alat dan bahan yang diperlukan dalam menulis poster?

 

Membuat poster sederhana tidak membutuhkan alat yang mahal. Semua bisa diperoleh di toko alat tulis dengan harga murah. Alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu pensil, penggaris, gunting, pensil warna atau spidol warna dan kertas karton.

 

Apa saja langkah-langkah dalam menulis poster?

 

Menulis poster berarti menciptakan karya yang memuat komposisi indah dan seimbang antara tulisan dan gambar. Hal penting yang harus diperhatikan adalah keselarasan dan kesatuan antara kalimat dan gambar yang disusun.

 

Oleh karena itu, pada kegiatan interaksi saya telah menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD tertuang langkah-langkah yang tepat dalam membimbing peserta didik untuk membuat poster. Seluruh siswa kemudian diarahkan secara berkelompok untuk menyelesakan masalah yang ada di Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

 

Agar menjadikan praktik pembelajaran lebih menarik. Saya sengaja membungkus produk beserta alat dan bahan ke dalam kado. Semua peserta didik di kelas antusias mengikuti kegiatan pembelajaran, terutama saat masing-masing kelompok peserta didik mendapat bingkisan kado. Salah seorang siswa bahkan ingin mendapatkan lebih dari satu bingkisan.

 

Setelah membuka bingkisan, semua peserta didik dipandu mengerjakan penulisan poster sesuai langkah yang tertera di LKPD. Lewat praktik ini sikap kerja sama serta kreativitas siswa mulai tergali.

 

Mula-mula peserta didik mencari topik yang sesuai dengan deskripsi produk. Lalu membuat kalimat slogan yang mudah diingat. Selanjutnya siswa dengan terampil mendesain gambar yang sesuai dengan produk

 

Pada tahap komunikasi salah satu kelompok mempresentasikan poster buatannya dengan penuh percaya diri ke depan kelas, Sementara kelompok lain antusias memberikan pendapat dan saran.

 

Setelah kegiatan pembelajaran saya tidak lupa melaksanakan kegiatan refleksi guna mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik pada materi ini. Dari kegiatan refleksi saya memperoleh informasi mengenai betapa antusiasnya siswa dalam mengenal produk lokal lewat poster yang ditulisnya sendiri.

 

“Belajar ternyata bisa seasyik ini, menggambar poster sendiri ternyata sangat menyenangkan,” kata Mutiara pada lembar refleksi.

 

Oleh: Nur Juliana, S.Pd. Guru SMPN 31 Kabupaten Tebo/ Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation


Muara Tebo, Disdikbud - Dalam rangka pelaksanaan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah TK, SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo akan melaksanakan Seleksi Administrasi bagi guru yang potensial untuk dapat diusulkan sebagai Bakal Calon Kepala Sekolah. Berikut disampaikan persyaratan Guru yang dapat menjadi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) serta jadwal Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah Kabupaten Tebo Tahun 2021 yang ditetapkan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) kami sampaikan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo No. 800/70/DIKBUD Tanggal 22 Maret 2021 yang dapat diunduh pada tautan di bawah ini:

Muara Tebo, Disdikbud – Pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, progres pengiriman data pendidikan melalui aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dari seluruh jenjang PAUD, jenjang Dikdas, dan jenjang Dikmen dalam kabupaten Tebo kembali menorehkan prestasinya sebagaimana pada semester I (ganjil) tahun ajaran 2020/2021 sebelumnya dengan progres pengiriman 100% pada tanggal 1 Februari 2021 untuk periode semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (DPP FOPPSI) kembali menganugerahkan apresiasi Piagam Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (DPP FOPPSI) Tentang Pemberian Penghargaan Tahun 2021 Nomor : 061/A.SE/DPP/FOPPSI/II/2021 Tanggal 08 Februari 2021 yang merupakan Hasil Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (DPP FOPPSI) tanggal 25 Januari 2021 tentang Pemberian Penghargaan dan Apresiasi kepada Daerah/Kepala Daerah “Sebagai Kabupaten/Kota Terbaik 1 Nasional Progress Pengiriman Dapodik PAUD, Dikdas, dan Dikmen Semester 2 (Genap) Tahun Pelajaran 2020/2021.

 

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang memiliki perhatian dan komitmen sangat tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui pemenuhan dan Progres Data Pokok Pendidikan Tahun 2021 yang cepat dan berkualitas di wilayahnya. (Adm)


Muara Tebo, Disdikbud - Mengajar Bahasa Inggris memiliki tantangan tersendiri, karena bukan bahasa yang sehari-hari kita ucapkan. Guru harus memiliki strategi agar pembelajaran menarik dan menyenangkan bagi siswa. Guru harus memberikan pemahaman bahwa Bahasa Inggris itu tidak sulit dan menegangkan.


Kita bisa mengajak siswa belajar bahasa Inggris dengan melakukan kegiatan yang membuat kreativitas siswa terasah.


Belajar sambil berkreasi akan memberikan penyegaran pikiran, membentuk daya imajinasi serta mengembangkan kreativitas siswa sehingga kemampuan kognitif dan skill siswa tersebut akan berkembang.


Sebagai guru Bahasa Inggris saya berusaha membuat proses pembelajaran di kelas menyenangkan. Pada beberapa waktu lalu, saya mengajar materi greeting card. Saya mengajak siswa belajar menulis kalimat dalam Bahasa Inggris sambil berkreasi.


Saya mencoba membangkitkan minat siswa di kelas VIII A SMPN 2 Kabupaten Tebo dengan belajar asyik dan suka cita lewat kreasi edukasi.


Kreasi pembelajaran tersebut melalui Greeting card. Greeting card atau kartu ucapan adalah kartu yang berisikan pesan seperti doa, harapan, rasa terima kasih kepada seseorang. Tujuan pembelajaran dari kartu bergantung pada situasi penerima kartu tersebut. Untuk kelas saya, greeting card yang dibuat ditujukan untuk seorang Ibu, yang mana berisi rangkaian kata cinta untuk Ibu.


Dengan alasan itulah saya mengajak siswa belajar membuat greeting card yang ditujukan kepada Ibu. Siswa belajar menulis kalimat dalam bahasa Inggris dan juga bisa mempererat hubungan orangtua dan anak.


Pada saat proses pembelajaran, setiap siswa bekerja secara individu untuk mendesain greeting card. Mereka membuat kreasi dalam mendesain greeting card sesuai ide mereka masing-masing secara terampil, percaya diri, dan juga kreatif dengan menanamkan konsep MIKiR. Kemudian mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran mereka lewat tulisan kata cinta untuk seorang Ibu. Kegiatan ini dilakukan dengan gembira dan tanpa beban karena siswa dapat mengembangkan kreativitas.


Kreativitas setiap anak penting untuk dikembangkan hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Martini (2006: 58), ia mengemukakan bahwa tujuan kreativitas adalah anak dapat mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan berbagai inisiatif yang dipikirkannya yang akan berkembang menjadi anak yang percaya diri.


Dalam membuat greeting card ini, setiap siswa bekerja dengan berdasarkan petunjuk pada lembar kerja yang disediakan, kemudian siswa mendesain greeting card, dengan bahan-bahan seperti karton, kertas origami, lem, dan barang bekas yang bisa dijadikan hiasan untuk greeting card. Setelah itu, siswa menulis (writing).


Kreativitas siswa pun tergali, jari jemari merambat menari tak mau berhenti membuat kreasi, mereka antusias dan aktif dalam pembelajaran.


Melalui kegiatan ini, sebenarnya siswa sedang mempraktikkan keterampilan menulis dan keterampilan berkreasi dalam mendesain yang dimilikinya secara langsung. Lewat praktik ini siswa mendapatkan dan menemukan pengalaman unik yang dapat membangun pengetahuannya dan mengembangkan dirinya sendiri.


Dalam membuat greeting card setiap siswa harus memperhatikan generic structure dari greeting card. Terdiri dari receiver (penerima), body (isi) dan sender (pengirim).


Contoh isi greeting card yang di buat oleh Clara Meybi Lisya siswi kelas VIII A:


Dear Mom,


I love you mom, you’re the best listener, thank you for being such a great mom. You are my friend, my spirit. You make everything more beautiful.


Your daughter,

Clara Meybi Lisya


Setelah greeting card jadi, lalu diberikan kepada Ibu. Sederet senyum tawa menghiasi wajah rupawan Ibu, ketika menerima greeting card berisi rangkaian kata cinta dari putra putri mereka. Pesan singkat ini memang sangat sederhana namun sangat berarti karena dapat membuat sang ibu merasa dicintai dan dihargai.


Saya sebagai guru ikut terharu, tak terasa bulir-bulir bening menetes menghiasi kelopak mata ini, ketika menyaksikan karya siswa bisa disampaikan kepada orangtua.


Hasil dari pembelajaran ini kreativitas siswa terasah, siswa menjadi aktif, kemampuan menulis dalam bahasa Inggris bertambah, keakraban dan komunikasi orang tua dan anak menjadi semakin kuat dan berdampak positifSehingga terciptalah sebuah kreasi edukasi melalui materi greeting card. Pembelajaran yang sederhana, namun membuat siswa mampu menulis ucapan dalam Bahasa Inggris, seperti refleksi yang disampaikan Clara.


“Senang, bisa belajar aktif bersama ibu Andwi, kini saya bisa membuat ucapan dengan Bahasa Inggris” ujar Clara dalam refleksi di akhir pembelajaran.

 

Oleh: Andwi Putri Rezki, S.Pd

Guru SMPN 2 Tebo/ Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation


Diberdayakan oleh Blogger.