Dinas Dikbudpora Kab. Tebo

Muara Tebo, Disdikbud - Kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo dalam pengembangan materi ajar pada muatan lokal Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) berbasis isu-isu lokal dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo yang diikuti oleh 25 orang perserta yang hadir dari pengawas SD/Mi dan SMP/MTS. Kamis (25/02/2021)

 

Pelatihan kali ini berfokus pada pengayaan materi bahan ajar PLH SD dan SMP, dengan beberapa narasumber, yakni Dr. Forst. Bambang Irawan, S,P, M. Sc. Hendra Budiono, S.Pd, M.Pd dan Drs. Jaka Suyana, M.Si. Sengaja melibatkan Dosen atau Praktisi lingkungan yang bertujuan memperkaya konten lokal yang harus diangkat kepada siswa di Kabupaten Tebo Ujarnya Sindi, S.H, M.H. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo.

 

“Kegiatan ini diharapkan, pengawas nantinya bisa mengarahkan sekolah terkait bagaimana memperkaya konten lokal yang khas di Kabupaten Tebo, karena saat ini mulok PLH masih banyak masukan dari dosen, praktisi pendidikan, praktisi lingkungan hidup, dan mitra lainnya, agar silabus-silabus bahan ajar PLH semakin matang”, ujar Kasi Kurikulum dan Perserta Didik Irwan Okta Dwi Kurnia, S.E.

 

Referensi artikel : https://teropongbarat.com/

Muara Tebo, Disdikbud – Pada hari Kamis, 26 Februari 2021, Kadis Dikbud Kabupaten Tebo, Sindi, S.H.,M.H meninjau beberapa sekolah yang berada di perbatasan yakni kabupaten Tebo dengan Tanjung Jabung Barat dengan jarak tempuh dari kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo sekitar 3 jam perjalanan. Dalam kegiatan ini, Kadis Dikbud didampingi serta Kabid Dikdas dan Kasi Sarpras dan beberapa staf dalam membagi tugasnya  untuk menelusuri sekolah-sekolah yang berada di Desa Lubuk Mandarsah Kecamatan Tengah Ilir. Kadis menyempatkan bermalam di SMP N 44 Tebo salah satu sekolah yang ada di Lubuk Mandarasah Kec. Tengah Ilir tersebut.  

 

Rangkaian kegiatan monev sekolah dilaksanakan 2 hari di Lubuk Mandarsah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kabupaten Tebo, Sindi, S.,H., M.H  melakukan pembinaan sekolah  khususnya kepada sekolah-sekolah yang berada di Desa Lubuk Mandarasah yang saat dikunjungi, kegiatan yang dilakukan di SMPN 44 Tebo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo dalam pembinaan sekolah ini, Sindi, S.H.,M.H menyempatkan menginap di sekolah SMPN 44 Tebo mengikuti acara malam  diskusi bersama para undangan yang hadir di SMPN 44 Tebo. “Segenap tokoh masyarakat, lembaga adat yang mengapresiasi kedatangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kabupaten Tebo dengan melihat dan menyaksikan langsung perkembangan sekolah yang ada di Lubuk Mandarasah ini dan juga menyempatkan menginap di SMPN 44 Tebo”, ujar Marsam.

 

“Sejarah baru, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo berkunjung langsung di Sekolah SMPN 44 Kabupaten Tebo, membina dan monitoring langsung di Lubuk Mandarasah Kec. Tengah Ilir” ungkap Kepala Sekolah SMPN 44 Tebo, Mahmud Aji

 

Kadisdikbud Kabupaten Tebo, Sindi, S.H.,M.H terus meningkatkan sinegritas pendidikan yakni dengan bergotong-royong untuk membangun pendidikan yang lebih maju. “Dengan kerjasama antara Pemerintah Desa, tokoh masyarakat saya yakin pendidikan ini semakin kokoh dan maju kedepanya”, ujar .

 

Selanjutnya, kolaborasi ditunjukkan di SMPN 44 Kabupaten Tebo Tebo yakni dengan mengikutsertakan komunitas motor yang ada di Tebo dalam mengenalkan komunitas motor kreatifitas, inovatif kepada OSIS di SMPN 44 Kabupaten Tebo serta mengenalkan ekonomi kreatifnya, selain itu, ada juga lembaga  Frankfurt Zoological Society (FZS) yang hadir  ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

 

Giat hari ke-2, tanggal 27 Februari 2021, hari Jum’at pagi, paparan terkati program Merdeka Belajar dipaparkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, S.H., M.H  yang di hadiri Korcam Pengawas Kec. Tengah Ilir sekaligus penutupan kegiatan di SMPN 44 Kabupaten Tebo serta penyerahan secara simbolis tanaman pohon dari  lembaga  Frankfurt Zoological Society (FZS).



Referensi artikel : https://teropongbarat.com

Muara Tebo, Disdikbud - Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Sejumlah guru di pelosok tanah air memanfaatkan momen tersebut dengan mengajak siswa untuk peduli sampah.

 

Mengatasi masalah sampah di lingkungan tentu bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tugas bersama, termasuk membiasakan anak-anak peduli terhadap sampah. Mereka perlu dibiasakan dalam mengelola sampah di lingkungan terdekat mereka.

 

Seperti yang dilakukan Siti Mariyani (40), guru sekolah dasar negeri 149/VIII Muara Tebo Jambi dalam menerapkan pembelajaran lingkungan hidup di masa pandemi.

 

“Kegiatan pembelajaran selama pandemi dibuat agar lebih bermakna dan menekankan pada pendidikan kecakapan hidup yang diperlukan selama masa pandemi, seperti mengelola sampah selama belajar dari rumah,” ujar Siti yang juga fasilitator Tanoto Foundation.

 

Manfaatkan Sampah Rumah Tangga


Terkait dengan kegiatan lingkungan hidup terutama pengolahan sampah, siswa diberikan proyek atau kegiatan yang bisa memanfaatkan sampah yang ada di rumah.

 

Kegiatan yang biasanya memanfaatkan sampah menjadi kompos dan karya kreasi lainnya sedikit terhambat karena pandemi dikarenakan siswa hanya belajar dari rumah dan interaksi yang sedikit.

 

Sedangkan kegiatan pembuatan kompos dan karya kreasi lainnya memerlukan waktu yang lama dan rumit untuk dilaksanakan di tengah pandemi saat ini.

 

Bagaimana agar kegiatan yang mengajarkan siswa tetap peduli sampah dapat berjalan? Ibu Siti mengajak siswa membuat proyek dengan memanfaatkan sampah sisa kulit buah.

 

“Selama pandemi lebih banyak belajar dari rumah, sehingga praktik di sekolah menjadi berkurang dan hampir tidak ada. Sampah yang dihasilkan hanya berupa sampah organik dari tumbuhan sekitar rumah dan sampah rumah tangga,” katanya.

 

Kesadaran siswa untuk menjaga lingkungan memang harus di ajarkan sedini mungkin, melalui kegiatan-kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

 

Untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan, langkah yang paling strategis adalah melalui pendidikan.

 

Siti meyakini sampah dapat merugikan bila tidak dikelola dengan baik, tetapi sampah akan memiliki sisi manfaat yang baik bagi manusia jika dikelola dengan baik. Maka diperlukan penanganan dan kesadaran untuk mengelolanya.

 

Oleh karena itu siswa kelas VA SD Negeri 149/VIII Muara Tebo berusaha mengolah sampah yang ada di lingkungan rumah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi mereka.

 

“Siswa mengumpulkan sampah kulit buah yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan pengeloaan sampah dengan memanfaatkan kulit buah menjadi eco enzym.

 

“Pembuatan Eco Enzyme yang sederhana dengan menggunakan bahan yang ada dirumah dapat mereka lakukan  tanpa bantuan orang dewasa.

 

Langkah pertama yang dilakukan Siti dalam pembuatan eco enzyme adalah memperkenalkan kepada siswa, apa itu Eco Enzyme?, bahan-bahan yang digunakan dalam membuat eco enzyme.

 

”Saya juga tidak lupa menjelaskan manfaat dan kegunaannya dari eco enzyme terutama di tengah pandemi,” ujarnya.

 

Untuk menambah pengetahuan siswa, Siti meminta siswa membaca literatur tentang eco enzyme yang akan dibagikan di grup WhatsApp.

 

Siswa secara mempraktikkannya selama belajar dari rumah.

 

“Bisa sendiri dan bisa juga dengan teman dekatnya yang ada di sekitar rumah,” katanya.

 

Kemudian setiap siswa memperlihatkan hasil praktiknya ke grup WhatsApp sekaligus mengirimkan hasil laporan.

 

Manfaat Eco Enzyme

 

Eco enzyme berguna menjaga kebersihan lingkungan. Eco enzyme juga memiliki segudang manfaat, cairan ini bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih rumah sebagai deterjen, pengusir hama, menyuburkan pertanian, dan lainnya.

 

“Setelah selesai kegiatan telah dihasilkan beberapa botol eco enzyme yang akan di panen 3 bulan kedepan,” kata Siti.

 

Ibrahim Rizal Gibran (10), mengaku banyak pengalaman seru yang terjadi selama pembuatan eco enzyme yang berkesan bagi mereka, seperti saat mereka membuka tutup botol yang mengeluarkan gas sehingga menyembur kencang, karena sebelumnya digoncang atau karena tutup botol yang tidak rutin dibuka.

 

“Seru, belajarnya asyik, bisa banyak tahu manfaat sampah, sehingga kita bisa lebih peduli lagi terhadap keberadaan sampah,” ujarnya.

 

Beberapa siswa mengatakan Eco enzyme yang dibuatnya mengeluarkan bau yang tidak enak.

 

“Mungkin karena kesalahan proses pembuatan yang keliru, yang terpenting bagaimana siswa berproses mengalami sendiri,” ujar Siti.

 

Fadhilah Rasyidin Sambas (10), mengatakan setelah 3 bulan eco enzyme hasil buatannya dapat digunakan untuk membersihkan lantai rumah dan kelas.

 

“Saya tidak lagi membeli pembersih lantai, karena pembersih lantai sudah diganti dengan eco enzyme,” ujarnya.

 

Kini setelah memanfaatkan eco enzyme buatan sendiri, kamar dan rumah menjadi wangi jeruk yang menyegarkan. Mereka juga memanfaatkannya untuk pembersih kaca jendela sehingga menjadi bersih.

 

“Sisa dari air pel dapat digunakan untuk menyiram bunga pengganti pupuk tanaman di rumah sehingga menjadi subur,” pungkas Fadhilah.


Muara Tebo, Disdikbud – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan dalam kabupaten Tebo mulai pada hari Jum’at, 19 Februari 2021 dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Daring Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Tebo 2021 melalui Zoom Meeting yang diikuti sebanyak 74 peserta yang berasal dari Tutor/Pendidik yang bertugas di 7 (tujuh) satuan pendidikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam kabupaten Tebo yang tergabung dalam Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Tebo.


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, S.H.,M.H membuka secara resmi kegiatan tersebut yang didampingi oleh Kabid PAUD dan PNF, Popi Kurnianingsih, S.E., Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang PAUD dan PNF, Supridarsono, S.Pd., M.Si. selanjutnya, Kasi Kurikulum PAUD dan PNF, Herlina, serta Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang PAUD dan PNF, Yunisri, S.Pd.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Dikbud Kab. Tebo, Sindi, S.H., M.H. juga menyampaikan secara langsung paparan khusus terkait Pendidikan Kesetaraan dalam kabupaten Tebo mulai dari tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, struktur organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, dasar dan tujuan penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan, data akreditasi, serta dukungan anggaran untuk kegiatan pendidikan kesetaraan di kabupaten Tebo.


Banyak hal-hal baru yang konstruktif peningkatan mutu pendidik didapatkan oleh seluruh peserta kegiatan pelatihan dalam jaringan (Daring) via Zoom Meeting yang disampaikan oleh narasumber yang sangat berkompeten, Drs. Fauzi Eko Pranyono, M.Pd dari BP PAUD dan Dikmas Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan secara rinci terkait Struktur Kurikulum dan Pemetaan SKK, Analisis Konteks dan Penyusunan Program Kelompok Khusus, Dokumen KTSP (Dokumen I, Dokumen II, dan Dokumen III), Perangkat Pembelajaran, Penilaian Pembelajaran, Asesmen Nasional, dan Modul-Modul Kesetaraan Kurikulum 2013. (Adm)

Muara Tebo, Disdikbud - Indonesia termasuk negara yang terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan surat edaran pemerintah pusat maupun daerah untuk meliburkan seluruh siswa di setiap jenjang satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan sampai Perguruan Tinggi. 

 

Tidak ada pembelajaran seperti mana biasanya di kelas, melainkan pembelajaran secara mandiri yang harus diberikan oleh guru kepada setiap siswa. Seperti yang dilakukan oleh Hepi Kurniati, S.Pd, guru SMPN 1 Kabupaten Tebo, ia harus memutar otak agar pembelajaran jarak jauh ini efektif dan menarik bagi siswa untuk dapat mengikuti dan tidak menjadi beban bagi mereka di setiap pembelajaran.

 

“Kebetulan saya sudah dilatih oleh Program PINTAR Tanoto Foundation bagaimana melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tukas Hepi.

 

Dalam benak Hepi, pertama adalah pembelajaran melalui media WhatsApp kelas dan e-mail.

 

Ini saya lakukan sudah berjalan 3 hari dari beredarnya surat libur dari pemerintah daerah. Di hari pertama sungguh melelahkan pada saat kita menjawab setiap pertanyaan dan meluangkan waktu lebih bersama smartphone dan laptop. Ditambah dengan belum terbiasanya mereka menggunakan e-mail pada saat mengirim atau mengunggah tugas yang diberikan.

 

Seiring waktu berjalan dan memasuki hari keempat semua berjalan semakin lancar, siswa sudah siap dengan handphone untuk menunggu pembelajaran dari guru.

 

Langkah pembelajaran dari rumah yang dilakukan Ibu Hepi adalah sebagai berikut:

 

1.   Memastikan semua siswa bergabung di WhatsApp kelas, disana saya memberikan tugas mandiri, lembar kerja serta rubrik penilaian yang akan saya lakukan terhadap tugas mandiri yang dikerjakan siswa.

 

2.   Melalui percakapan di WhatsApp, saya meminta siswa untuk membuat sebuah proyek yang berhubungan dengan materi yang telah diberikan sebelumnya yaitu bangun ruang sisi lengkung (bola) dengan mengubahnya menjadi sebuah cerita bergambar (komik) semenarik mungkin dengan karakter dari imajinasi sendiri atau dari animasi yang sudah ada sehingga membuat orang tertarik untuk membacanya.

 

3.   Selain dari penjelasan yang saya berikan melalui WhatsApp, saya pertegas kembali melalui pesan suara di WhatsApp, untuk memberikan saran pada siswa untuk mencari informasi tambahan ke berbagai sumber di internet mengenai definisi bola, identifikasi unsur-unsur bola, sifat-sifat bola, luas permukaan bola dan volume bola serta benda-benda apa saja yang ada di lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi bangun ruang sisi lengkung (bola).

 

4.   Saya mengingatkan kepada siswa untuk mendokumentasikan setiap kegiatan dari pembuatan proyek tersebut dimulai dari alat dan bahan yang digunakan, langkah kerja dan hasil akhir dalam bentuk foto dan video.

 

5.   Memastikan tugas dikumpulkan tepat waktu  sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan mengirim melalui email atau WhatsApp.

 

Di luar dugaan ternyata siswa bisa menjadi animator yang tidak kalah keren dari animator yang handal, ada bakat terpendam yang selama ini tidak tersalurkan. Muncul karakter-karakter dan cerita- cerita yang menarik hasil dari kekreatifan dan imajinasi mereka didalam cerita bergambar (komik) yang dapat mereka hubungkan dengan materi yang telah ditentukan.

 

Matematika yang notabene pelajaran yang membosankan dan sulit, menjadi menarik yang dapat dikemas dalam bentuk cerita bergambar (komik). Terlihat dari hasil refleksi setelah pembelajaran usai.

 

“Tidak saya sangka, saya bisa membuat ini,” ujar Naura.

 

“Ya, saya juga,” kata Natania.

 

“Senang sekali bisa menggambar anime di pelajaran matematika,” pungkas Cindy.

 

Ternyata jika guru mau sedikit saja mengeluarkan ide dan berusaha mendorong kreativitas siswa, akan muncul bakat-bakat terpendam yang selama ini tidak diketahui. Terbukti dari hasil proyek siswa-siswa SMP di Tebo di luar dugaan bisa menjadi seorang “Animator”.

 

Ditulis oleh: Hepi Kurniati. S.Pd

Guru SMP Negeri 1 Kabupaten Tebo


Muara Tebo, Disdikbud - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo Sindi, SH.MH Menyempatkan berkunjung di Sekolah SMPN 9 Kab. Tebo di Kecamatan Rimbo Ulu pada pukul 07.00 pagi sebelum berangkat kekantor. Hari Selasa (9/2/2021).

 

Sebelum rapat dimulai dengan para Guru serta Kepala Sekolah SMPN 9 Kab. Tebo. SINDI, SH.MH Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, masuk keruangan dan memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang ada di ruangan untuk tetap menjaga kesehatan, membangun semangat belajar, Giat belajar. Cantumkan cita-cita kalian di ujung sudut manapun agar tetap giat belajar.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo SINDI, SH.MH menyampaikan kepada Kepala Sekolah serta Guru untuk saling menjaga keamanan dan kenyamanan di sekolahnya.

 

Guru harus jeli pada perkembangan Teknologi informasi yang ada untuk meningkatkan kreatifitas dalam membangun sumber daya manusia (SDM). Dalam progress sinkronisasi Dapodik Kabupaten Tebo kembali mencapai tercepat di tingkat Nasional Pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo,. SINDI, SH.MH tetap mengingatkan Data harus selalu tetap di update di Dapodik. Ujarnya Sindi pada saat Rapat di sekolah SMPN 9 Kab. Tebo.

 

Sumber : https://teropongbarat.com/

Muara Tebo, Disdikbud - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kec. Rimbo Ilir, terus berupaya melakukan peningkatan mutu pendidikan di semua sekolah. Kali ini guru-guru dan kepala Sekolah Dasar (SD) di Tebo mengikuti diseminasi mandiri pelatihan modul I Program PINTAR Tanoto Foundation, beberapa waktu lalu.

 

Sebanyak 58 peserta dari 18 sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sekolah yang berada di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo. “Ketika saya melihat di pelatihan dan praktik mengajar, banyak sekali perubahan, keaktifan guru sebagai fasilitator siswa terlihat,” ujar Sindi, SH, MH, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tebo, Jum’at, (5/2).

 

Lanjutnya, adapun cara yang dilakukan sangat efektif sekali, karena sejak pelatihan, semua peserta diajak aktif, mulai dari berdiskusi, mempresentasikan hasil lembar kerja, serta diakhiri dengan praktik mengajar. “Diharapkan, apa yang telah didapatkan para guru dan kepala sekolah ini dapat menerapkan kegiatan pendidikan dengan baik, sehingga dapat mengimplementasikan pembelajaran aktif terhadap setiap peserta didik,” tambahnya.

 

Sementara itu Wahyu Widiya Ningrum selaku fasilitator daerah pembelajaran sekolah dasar, berharap tiap guru mampu mengimplementasikan apa yang dilatihkan oleh fasilitator. Apalagi ditambahkan Ningrum, kegiatan tersebut juga melibatkan kepala sekolah. Sehingga tahu betul kebutuhan guru di sekolah.

 

“Ini tentu saja catatan semua. Kepala Sekolah harus mendukung kebutuhan guru di sekolah yang terpenting adalah bagaimana guru menerapkan pembelajaran aktif, tidak diam saja mengandalkan buku teks mata pelajaran,” tegasnya.

 

Sutardi, guru SDN 095/VIII Karang Dadi mengaku mengapresiasi pelatihan tersebut, ia mangatakan guru terlibat aktif dalam semua kegiatan. “Saya lihat bagus ya, semua aktif terlibat untuk mengubah pola pikir guru dalam mengajar di kelas, termasuk saya yang mendapatkan materi tentang MIKiR,” tukasnya.

 

Tarmiati, guru SDN 108/VIII Sari Mulya mengakui sebagai guru harus mengubah pola pikir untuk dapat berbuat lebih baik sesuai hasil pelatihan tersebut. “Sekarang harus dibalik, bagaimana siswa yang aktif, namun guru harus bisa mengarahkannya dengan menjadi fasilitator. Melalui pelatihan ini sangat cocok agar siswa menjadi aktif meskipun di tengah pandemi,” pungkasnya. (Adm)


Courtesy : Tanoto Foundation Jambi


Muara Tebo, Disdikbud – Pada hari Rabu, 3 Februari 2021, sehubungan dengan telah diterimanya SK CPNS untuk Guru/Pendidikan dalam kabupaten Tebo tahun 2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo menggelar rapat koordinasi dalam pembekalan khusus bagi CPNS Guru/Pendidik yang di laksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, dalam kegiatan Pembekalan CPNS Baru Tenaga Pendidik Tahun 2021,  turut hadir Ketua LPMP Provinsi Jambi.

 

Kepala LPMP Provinsi Jambi, Dr. Abdul Kamil Marisi, M.Pd. pada kesempatan tersebut juga juga memberikan motivasi dan pembekalan ke pada perserta yang hadir, untuk mendalami tugas pokok dan fungsi yang baik sebagai  tenaga pendidik, disampaikan 4 standar yang harus dikuasai oleh tenaga Pendidik/Guru, memahami Standar Isi dan Kompetensi Dasar. “Kompetensi Standar ini harus dikuasai oleh para Guru sebagai sektor terdepan dalam pendidikan, karena peran guru langsung menghadapi SDM mendatang”, ujar Ketua LPMP Provinsi Jambi. Dr. Abdul Kamil Marisi, M.Pd.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, S.,H., M.H mengucapkan terimakasih kepada LPMP Provinsi Jambi yang mana telah menyempatkan hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, serta kembali terimakasih disampaikan Kadis atas bantuan Buku dari LPMP Provinsi Jambi untuk Pendidikan di Kabupaten Tebo, semoga bisa bermanfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Tebo”, ujar Sindi, S.H.,M.H kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabuparten Tebo.

 

Sindi, S.H.,M.H kembali menegaskan dan memberikan motivasi kepada peserta Pembekalan CPNS Baru Tenaga Pendidik Tahun 2021 dalam kabupaten Tebo, bahwa untuk meningkatkan kedisiplinan ada 4 (empat) standar yang harus dipegang oleh Guru, yaitu:

1.   Standar Isi

2.   Standar Proses

3.   Standar Penilaian Pendidik

4.   Standar Kompetensi Kelulusan.

 

Motto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo Sindi, S.H.,M.H yang dilontarkan kepada perserta pembekalan CPNS baru Tenaga pendidik Tahun 2021, yakni:

    Disiplin tidak perlu di awasi

    Bekerja tanpa disuruh.

    Bertanggung jawab tanpa diminta

    Perkerjaan dijalankan dengan penuh komitmen, konsisten dan konsekuen.


Kegiatan Pembekalan CPNS Baru Tenaga Pendidik Tahun 2021 juga di hadiri Sekdis Disdikbud Tebo Heru Purnomo, SE dan Kabid Dikdas, Hoirul Akmal, S.Pd.,M.M yang juga memberikan materi pada kesempatan kegiatan Pembekalan CPNS Baru Tenaga Pendidik Tahun 2021 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo.

 

Sumber referensi : https://teropongbarat.com


Diberdayakan oleh Blogger.