Dinas Dikbudpora Kab. Tebo

Muara Tebo, Disdikbud - Menunjang Penguatan  Mutu Pendidikan di Kabupaten Tebo  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten  Tebo melakukan koordinasi melalui Rapat Kerja yang dilaksanakan di Kecamatan Tebo Ilir, dalam Raker tersebut bertujuan untuk meningkatkan Mutu Pendidikan di Kecamatan Tebo Ilir. Dihadiri  dari Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kabupaten Tebo  yang di wakilkan langsung oleh Kabid Dikdas Hoirul Akmal, S.Pd. M.M. Serta di dampingi Kasi Saspras Rahman Dwiyatma, SE. Dan Kasi Kurikulum. Hadir juga Korwilcam/ Pengawas, Kepsek SMP N 5 Tebo, Kepsek SD, TK/PAUD. Hari Rabu (20/01/2021).


Dari hasil Raker untuk menunjang mutu pendidikan di Kec. Tebo ilir  berkomitmen untuk

1.  Peningkatan kedisiplinan seluruh elemen pendidikan di Kec.Tebo Ilir

2.  Efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan dana Bos dengan Prioritas dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kec. Tebo Ilir.

3.  Pencerahan dan Arahan dalam Penerapan Kurikulum dan penelitian siswa.

4.  Pendataan sarpras dan kelengkapan adminitrasi kelembagaan lainnya.

5.  Peningkatan penggunaan  lahan di sekolah dalam pemanfaatan ruang sekolah yang kreatif serta mandiri.

6.  Dan peningkatan kebersihan lingkungan Sekolah. 

 

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tebo yang di dilakukan Raker di Kecamatan Tebo ilir, bentuk koordinasi yang baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo membentuk komitmen kepada Kepala Sekolah dari tingkat SMP, SD, TK/PAUD  berserta Korwilcam  agar kebijakan yang telah dibuat dalam komitmenya  bersama bisa terimpelementasikan sesuai capaian dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tebo.


Muara Tebo, Disdisbud – Sebanyak 65 guru di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo mengikuti kegiatan diseminasi mandiri pelatihan pembelajaran SD/MI Program PINTAR Tanoto Foundation selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 19 hingga 21 Januari 2021.

 

Kegiatan tersebut sejalan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendorong guru dalam melaksanakan pembelajaran aktif baik itu daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) di masa pandemi.

 

“Tentu ya, sangat bagus sekali, diseminasi yang digagas oleh K3S Rimbo Ilir sejalan dengan Dinas Pendidikan,” ujar Sindi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebo, Rabu, (20/1/2021).

 

Sindi berharap setelah pelatihan ini imbasnya membuat siswa lebih berani berpendapat, memiliki karakter, keterampilan, dan dapat berfikir ilmiah,

 

“Guru harus jadi pembelajar juga, seperti mengikuti pelatihan ini, outputnya diharapkan siswa di Kabupaten Tebo dapat berprestasi,” tambahnya.

 

Suyoto, pengawas SD, berharap materi yang disampaikan oleh fasda diharapkan dapat membawa perubahan bagi siswa di sekolah.

 

Dengan materi pelatihan aktif, salah satunya adalah MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi), guru akan mendorong siswa untuk menanya, mengamati, mencoba, berpendapat, dan merefleksikan pembelajaran yang dibutuhkan abad 21.

 

“Yaitu siswa berpikir kreatif dan kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan mampu memecahkan masalah,” katanya.

 

Pandangan guru tentang berfikir kreatif misalnya saat mengidentifikasi kegiatan pembelajaran, seperti unsur mengalami, maka guru mengarahkan pikiran pada kemampuan apa yang akan dikembangkan siswa.

 

Suyoto berharap para kepala sekolah yang gurunya mengikuti pelatihan ini dapat mendukung kebutuhan pembelajaran guru selama baik itu kegiatan daring maupun luring.

 

“Sebagai leader, kepala sekolah dapat mendukung para guru untuk keberhasilan pembelajaran,” ujarnya.

 

Praktik Mengajar

 

Di hari ketiga, semua peserta praktik mengajar langsung ke sekolah. Ada 5 sekolah yang dijadikan tempat praktk. Yaitu SDN 95 Karang Dadi, SDN 106 Pulung Rejo, SDN 107 Giripurno, SDN 124 Sidorejo dan MIN 3 Pulungrejo.

 

“Semua peserta wajib praktik agar ilmu yang telah diperoleh langsung dipraktikkan,” pungas Suyoto. (Adm)

 

Didukung oleh Tanoto Foundation Jambi

Muara Tebo, Disdikbud – Sehubungan dengan telah dirilisnya aplikasi Dapodik Versi 2021.c untuk input data pendidikan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 dari seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan PKBM dalam kabupaten Tebo sudah mulai dilaksanakan mulai dari tahap uninstall versi aplikasi Dapodik sebelumnya.

 

Adapun untuk pemutakhiran data pokok pendidikan (Dapodik), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah telah melakukan integrasi dan pemutakhiran aplikasi dapodik versi 2021.c yang akan digunakan untuk pengumpulan data semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Adapun perubahan dan pembaruan terkait Aplikasi Dapodik Versi 2021.c sebagai berikut:

 

·       [Pembaruan] Penambahan isian variabel apakah pernah PAUD Formal dan apakah pernah PAUD Non Formal pada registrasi peserta didik.

·       [Pembaruan] Penambahan isian variabel hobby dan cita-cita pada registrasi peserta didik.

·       [Pembaruan] Penambahan validasi variabel yang wajib diisi (mandatory) pada formulir peserta didik untuk kebutuhan Assesmen Nasional (berlaku selain jenjang PKBM dan SKB).

·       [Pembaruan] Penambahan tabulasi Kamar Mandi/WC pada menu Sarpras-Ruang.

·       [Perbaikan] Penutupan tambah peserta didik baru untuk jenjang PKBM dan SKB.

·       [Perbaikan] Perubahan prosedur pemetaan anggota rombel untuk jenjang PKBM dan SKB (mengikuti jenjang formal).

·       [Perbaikan] Perubahan filter pemilihan Ruang pada rombongan belajar Daring untuk jenjang PKBM dan SKB.

·       [Perbaikan] Penutupan tambah GTK baru bagi SILN, sekolah dibawah naungan KEMENAG dan wilayah daerah khusus.

·       [Perbaikan] Pelepasan validasi lokal terkait pengecekan inputan NIK untuk peserta didik.

·       [Perbaikan] Perbaikan pada isian tingkat pendidikan bagi sekolah Pratama Widya Pasraman (sekolah dibawah naungan KEMENAG).

·       [Perbaikan] Bugs fixing pada saat proses lanjutkan semester untuk kelas 13 pada jenjang SMK.

 

Catatan bahwa aplikasi dapodik versi 2021.c berupa installer, diharapkan kepada setiap satuan pendidikan untuk uninstall terlebih dahulu versi sebelumnya. 


Selanjutnya bagi segenap Bapak/Ibu Kepala Sekolah agar segera menugaskan Petugas pendataan untuk melakukan upgrade ke Aplikasi Dapodik versi 2021.c dan melakukan pemutakhiran data semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Bagi PAUD dan pendidikan kesetaraan pemutakhiran data untuk program BOP dilakukan paling lambat pada Minggu, 28 Februari 2021 dengan tetap menjaga kualitas data.

 

Untuk proges pengiriman aplikasi Dapodik se-kabupaten Tebo pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini, kabupaten Tebo telah mencapai progres 1 tercepat nasional pada hari Selasa, 19 Januari 2021 yang ditampilkan melalui laman https://dapo.kemdikbud.go.id/ dengan rincian dari total sekolah sebanyak 650 satuan pendidikan untuk jenjang PAUD Dikdasmen telah mencapai 43.85% atau sejumlah 285 satuan pendidikan yang sudah terbaca mengirimkan data pendidikannya ke server Dapodik Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar dan Pendidikan Menengah, Kemdikbud.


Untuk mengetahui progres pengiriman dan hasil data yang sudah berhasil terkirim dapat dilihat secara detail dari perkecamatan sampai dengan per-satauan pendidikan dalam kabupaten Tebo pada tautan berikut https://dapo.kemdikbud.go.id/progres/2/100600.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, S.H.,M.H sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada segenap satuan pendidikan mulai dari Kepala Sekolah, Operator Sekolah, dan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan, serta seluruh jajaran pengurus FOPPSI se-kabupaten Tebo yang telah bersinergi positif, proaktif dan responsif dalam menindaklanjuti atas program pendataan Dapodik di semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini. 


“Seluruh satuan pendidikan dari waktu ke waktunya harus semakin meningkatkan kualitas data-datanya yang dikirimkan melalui aplikasi Dapodik sesuai dengan keadaan sebenarnya sampai seluruh data-datanya valid, sehingga kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam bidang pendidikan terhadap satuan pendidikan tersebut akan sesuai dengan kebutuhan”. pesan Kadis, Sindi, S.H.,M.H. (Adm)

Muara Tebo, Disdikbud - Menjadi kepala sekolah bukanlah yang mudah, selain meningkatkan kualitas pembelajaran, juga dituntut mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap guna.

 

Tanoto Foundation melalui Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) komitmen mendorong kepala sekolah mengimplementasikan transparansi dan akuntabilitas pada aspek pembelajaran, budaya baca, dan manajemen sekolah.

 

Sebanyak 18 orang kepala sekolah dan 7 pengawas di Kabupaten Tebo mengikuti pelatihan diseminasi mandiri Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dari tanggal 12 sampai 13 Januari 2021.


Sindi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, mengungkapkan resep sukses menjadi kepala sekolah, salah satunya harus terbuka dan transparan.

 

“Mau sukses sebagai kepala sekolah?, mereka harus mengimplementasikan transparansi dan akuntabilitas pada aspek pembelajaran, budaya baca, dan manajemen sekolah kepada semua warga sekolah,” ujarnya, Kamis, (14/1/2021).

 

Untuk pengawas, Sindi mengatakan bahwa salah satu tugas pengawas adalah membantu sekolah menyusun tindak lanjut supervisi pembelajaran.

 

“Unit-unit modul pelatihan ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan budaya baca di sekolah melalui perbaikan manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat," katanya.

 

Sementara itu Dewi Sri Handayani, Kepala SDN 095/Vlll Karang Dadi mengatakan, perlunya komitmen untuk melaksanakan rencana tindak lanjut setelah pelatihan ini selesai.

 

"Ilmu yang didapatkan hendaknya bisa diterapkan langsung setelah pulang dari pelatihan dan perlu dikembangkan di sekolah masing-masing," ungkapnya.

 

Sebagai pemimpin, sambungnya, kepala sekolah juga harus mengajak peran serta seluruh warga sekolah.

 

"Kepala sekolah mengerti urusan dapur rumah tangga sekolah, melalui perencanaan yang baik, partisipatif dengan guru dan masyarakat. Sehingga perubahan sekolah secara menyeluruh bisa diwujudkan," ungkapnya.

Muara Tebo, Disdikbud - Untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan diperlukan sinergitas semua pihak. Memasuki awal semester genap tahun ajaran 2020/2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo bersama terus meningkatkan sinegritas dengan berbagai pihak, salah satunya dalam kegiatan monitoring  dan evaluasi sekolah yang ada di Dusun Lancar Tiang, Tuo Ilir, Kec. Tebo Ilir, Kabupaten Tebo.


Meski terhalang jarak dan medan jalan yang sulit dilalui dengan jarak tempuh kurang lebih 180/3 jam perjalanan dari tempat penyebrangan sampai lokasi tujuan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi, SH.MH yang didampingi Kabid Dikdas Hoirul Akmal, S.Pd, MM, Kasi Sarpras Rahman Dwiyatma, SE. untuk pelaksanaan peninjauan langsung lokasi bersama konsultan.

 

Serta turut juga hadir DPRD Tebo Fraksi PDIP Ihsanurddin, SP. Camat Tebo Ilir M. Habibie, MM. Kapolsek Tebo Ilir dan Danramil,hari Selasa (13/01/2021).

 

Perjalanan yang cukup panjang tidak mengurangi semangat pada rombongan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Sindi. SH. MH dan juga para Forkompimcam Tebo Ilir.


“Yang telah didasarkan niat dan tujuan untuk membangun Sekolah yang aman agar Pendidikan di Dusun Lancar Tiang , Tuo Ilir. Kec. Tebo Ilir, walaupun di tempat lokasi adalah perbatasan dari Kabupaten Tebo- Kabupaten Batanghari kita harus perhatikan juga dalam sektor pendidikan dan keamanan.” Ujarnya Sindi,SH.MH.

 

Kehadiran Sindi, SH.MH Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo di Dusun Lancar Tiang, tidak terlepas dalam Koordinasi yang baik untuk sama-sama melihat kondisi di Dusun Lancar Tiang Tuo ilir Kec. Tebo ilir yang bergandengan di perbatasan Kabupaten Batang Hari.

 

Seluruh lembaga yang hadir begitu antusias dalam memberikan Bantuannya masing-masing, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo membawa 4 paket buku yang secara langsung di serahkan oleh Sindi, SH.MH kepada Kepala Sekolah SDN 153 Lancar Tiang.


Sindi, SH.MH mengucapkan Terimakasih atas sambutannya kepada seluruh masyarakat Dusun Lancar Tiang dan di ucapkanya yang selaku mewakili Pemerintah Kabupaten Tebo.

 

“Terimakasih ,kepada salah satu warga Dusun Lancar Tiang yang Mengibahkan Tanahnya untuk pembangunan Pendidikan di Dusun Lancar Tiang . Tuo Ilir , Kec. Tebo Ilir Kabupaten Tebo”,tutupnya.

 

Sumber : https://teropongbarat.com


Muara Tebo, Disdikbud - Sebanyak 18 kepala sekolah dan 7 pengawas tingkat SD dan MI di Tebo Jambi mendapatkan pelatihan diseminasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di gedung serba guna Desa Karang Dadi Rimbo Ilir Tebo. 

Diseminasi mandiri tersebut merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo dengan Program PINTAR Tanoto Foundation.

Heru Purnomo, S.E - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo

“Kepala sekolah memegang fungsi penting dalam siklus pendidikan. Kepala sekolah adalah manajer di sekolah,” ujar Heru Purnomo, sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Rabu, (13/1/2021).

Kata dia, kepala sekolah harus mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip MBS untuk mencapai mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan pengawas agar memaksimalkan peran pengawasan dan bimbingan serta supervisi agar kepala sekolah secara mandiri komitmen terhadap penerapan manajemen sekolah.

“Tak hanya itu, kepala sekolah juga mesti cakap dalam urusan inovasi yang melibatkan teknologi di era pandemi saat ini, jadi harus tahu dan hafal dapurnya sekolah,” harapnya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada hari pertama yang dipelajari adalah modul 1, di dalamnya terdapat praktik pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca.

Kemudian hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa sekolah untuk mempraktikkan ilmu yang didapatkan.

Sejumlah peserta mengakui pelatihan yang diselenggarakan sangat atraktif dan semua peserta diajak aktif.

“Tanoto Foundation membuat saya semakin pintar dan kegiatan-kegiatan tidak membosankan,” kata Tanuji, Kepala SDN 096/VIII Sumber Agung.

Courtesy : Tanoto Foundation Jambi

Muara Tebo, Disdikbud – Berkenaan dengan telah diterimanya tunjangan profesi Triwulan IV (Oktober dan November) Tahun 2020 dan proses pengusulan data Kurang Bayar (Carry Over) Desember 2020 di Tahun Anggaran 2021, berikut disampaikan kepada peserta sertifikasi guru dan pengawas kuota tahun 2006 s.d. 2019 sebagaimana dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo Nomor 900/70/DIKBUD/2021 Tanggal 13 Januari 2021 berikut ini:



Muara Tebo, Disdikbud – Pada tahun 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo yang dipimpin oleh SINDI, S.H.,M.H selaku Kepala Dinas Dikbud berhasil dalam mengupayakan tradisi Mandi Ke Aek menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di tahun 2020 bersama dengan Komunitas Karya Budaya, Novriadi dan Maestro Karya Budaya, Aminah.

 

Tradisi Mandi Ke Aek dilakukan pada saat usia bayi 7 hari atau setelah lepasnya tali pusat sang Bayi. Tradisi ini juga dikenal dengan istilah nyebur. perilaku ini telah ada turun temurun dilakukan Masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal Kabupaten Tebo dari Zaman dahulu.


Bayi di gendong oleh seorang Dukun yang telah membantu proses kelahiran sang bayi. Dengan menggunakan Kain Panjang bayi Digendong menuju sungai Batanghari lengkap dengan arak dan iringnya didampingi keluarga besar dari pihak ayah dan ibu. Mengawali perjalanan bayi dan sang dukun pada barisan terdepan dibawa Tunam sesuatu yang dibungkus oleh kain hitam yang berisi Sabut tebenam,ijuk tebenam,mancung kelapo dan tulang tebenam serta kemenyan. Tunam ini dibakar agar mengepul asapnya sebagai pembuka jalan.

 

Sesampainya di sungai juga telah disiapkan Baskom yang berisi air dengan campuran kembang 7 Rupa,paku, besi,batu,sirih masak,kencur,jeringau dan Bunglai. Sebelum bayi diturunkan ke air sungai Batanghari maka sang Dukun membaca mantra:

Mudik Aek Ilir Aek, Ambek Aek pepat an Batang.

Beranjak kau antu Aek, Aku nan Mandian anak cucu Adam

 

Secara berurutan dimandikan dengan air sungai,lalu air Kembang terakhir ditiupkan kencur jeringau. Lalu bayi dipakaikan handuk kan dan berpakaian hingga kembali dibawa kedalam Rumah untuk selanjutnya diayun Kain panjang tiga lembar dibentangkan pada ujung kiri dan kanan dipegang oleh perwakilan keluarga selanjutnya bayi diayun dan dikelilingi asap Tunam dibacakan salawat nabi dan doa doa keselamatan bagi bayi Terakhir arang hitam tunam digosokkan ke dahi bayi.

 

Maksud dan tujuan dilaksanakannya Tradisi Mandi Ke Aek adalah untuk:

(a)  Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi keturunan;

(b) Untuk memberitahukan kepada orang banyak;

(c)  Untuk mengenalkan si bayi kepada alam dan lingkungan terutama sungai yang selama ini sebagai salah satu sumber kehidupan;

(d) Setelah bayi dimandikan ke aek ini, maka orang tua si bayi sudah boleh keluar rumah;

(e)  Ungkapan terimakasih dari orang tua bayi kepada dukun beranak yang telah mengurusi ibu si bayi mulai dari proses kehamilan hingga proses kelahiran; (serah terima dan timbang bayi antara dukun beranak kepada orang tua si bayi.

 

Referensi : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=1652

Diberdayakan oleh Blogger.