Dinas Dikbudpora Kab. Tebo

Muara Tebo, Disdikbud - Sebanyak 96 peserta pelatihan peran serta masyarakat Kabupaten Tebo hadir dalam rangka belajar bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah bersama kepala sekolah dan guru senior. Pelatihan ini mendorong kepala sekolah untuk mengajak peran serta masyarakat mendukung keberhasilan pendidikan di sekolah.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah adalah bagaimana menggali dukungan peran serta masyarakat melalui pendanaan secara musyawarah mufakat bersama.

“Pasal 46 ayat (1) pendanaan pendidikan  menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” ujar Sindi, S.H.,M.H, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebo, pada pelatihan peran serta masyarakat, Rabu, (12/3/2020).

Kadis Dikbud menambahkan, semua lapisan masyarakat melalui komite sekolah termasuk di dalamnya orangtua dapat membantu sekolah untuk mendukung kemajuan sekolah.

”Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah membolehkan masyarakat menyumbang untuk kegiatan sekolah, seperti orangtua ikut mengelola proses pembelajaran dan budaya baca di kelas, asalkan tidak ada paksaan ya.?,” tambahnya.

Agar komite sekolah dan masyarakat memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap sekolahnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebo dan Kementerian Agama Kabupaten Tebo melalui Program PINTAR Tanoto Foundation mengadakan penguatan kapasitas komite sekolah melalui pelatihan Peran Serta Masyarakat (PSM) dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, Yusriwiati mengatakan bantuan dan dukungan masyarakat pada sekolah tidak harus berbentuk fisik ataupun materi. Banyak hal yang dapat diperbantukan seperti menyumbang pemikiran dan gagasan untuk kemajuan sekolah.

“Gagasan maupun ide dari pelatihan ini sangat penting untuk memajukan sekolah, PSM akan terwujud bila kepala sekolah melakukan pendekatan dan terbuka kepada masyarakat, mulai dari perencanaan, kegiatan, lalu mengevaluasi secara bersama komite maupun paguyuban kelas,” kata Yusriwiati yang juga Spesialis Pelatihan SMP Tanoto Foundation Jambi.

Juwantoyo, ketua komite SMPN 22 Kabupaten Tebo mengatakan peran serta masyarakat perlu didorong secara bersama-sama agar bisa bersinergi dengan warga sekolah. Musyawarah mufakat antara pihak sekolah, komite dan masyarakat harus disepakati terlebih dahulu agar semuanya menerima dengan lapang dada.

“Penting melakukan musyawarah mufakat antara pihak sekolah, komite dan masyarakat agar ada keterbukaan diantara semua pihak, jika sudah berkolaborasi makan prestasi siswa akan datang dengan sendirinya,” ucapnya.

Sementara itu, Surianah Komite SDN 199/VIII Tegal Arum mengapresiasi kegiatan pelatihan yang melibatkan masyarakat untuk memajukan pendidikan.

”Tentu ini baik, agar masyarakat dan komite bisa membawa kemajuan sekolah, mulai dari pemikiran, bantuan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Sumber : Tanoto Foundation Jambi
Diberdayakan oleh Blogger.