Dinas Dikbudpora Kab. Tebo
Selamat datang di situs resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo Provinsi Jambi

Pembelajaran IPA menggunakan metode Discovery Learning


Muara Tebo, Disdikbud - Pandemi memberikan banyak tantangan dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu penerapan belajar jarak jauh menggunakan sistem dalam jaringan (daring) yang masih memiliki sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya.


Disamping kondisi internet yang masih belum merata atau fasilitas gadget yang belum dimiliki semua siswa, kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam pemanfaatan digital sebagai sarana pendidikan juga menjadi hal utama yang harus dihadapi guru dimasa Pandemi ini.


Seperti yang dialami Srinadiatun, S.Pd, Guru IPA pada SMP Negeri 9 Kabupaten Tebo. Dimana dari hasil penelitian yang dilakukannya hanya 40 persen siswa yang dapat mengikuti pembelajaran secara daring dengan baik. Hal inipun menjadi kekhawatirannya akan terjadinya Learning Loss.


Dalam penerapannya, berbekal segenap pengetahuan teknologi, Srinadiatun berusaha menciptakan ruang belajar Maya yang menarik bagi para siswanya, baik itu menggunakan Video Pembelajaran atau bahkan pemanfaatan platform digital.


"Selama pembelajaran saya memberikan materi pembelajaran berupa video dan tugas dalam bentuk Lembar kerja peserta didik, namun siswa mengaku kesulitan untuk mengakses video, sehingga apa yang direncanakan tidak sesuai dengan harapan," ujar Srinadiatun, S.Pd.


Tidak hanya itu, dirinya juga mencoba mengenalkan sistem pembelajaran Learning Management System (LMS) dengan memanfaatkan Google Classroom. Namun tetap saja, akses sinyal yang masih terganggu dengan kondisi cuaca atau listrik yang kerap padam membuat siswa kesulitan mengikuti pelajaran.


"Ketika belajar melalui Classroom, di jam pelajaran saya hanya sekitar 40% peserta didik yang menanggapi, sedangkan lainnya tidak respon dangan alasan siswa yaitu sinyal tidak mendukung, terutama saat listrik padam atau cuaca sedang tidak bagus," kata Srinadiatun, S.Pd.


Diakui Srinadiatun, S.Pd bahwa hal ini membuatnya khawatir, sebab tidak hanya siswa yang mengalami hal tersebut. Dirinyapun juga terkadang mengalami hal yang sama, meskipun tidak setiap waktu, namun pada akhirnya saat pembelajaran berlangsung membutuhkan waktu yang lama untuk mengakses fasilitas digital tersebut.


"Saya khawatir, siswa kehilangan semangat belajar, namun meskipun demikian saya tetap berusaha saat daring, agar siswa tetap menerima materi dengan maksimal menggunakan LKPD," timpalnya.

Siswa SMP Negeri 9 Kabupaten Tebo saat tampil kedepan setelah mendapatkan stimulus melalui video pembelajaran


Belajar dari kendala tersebut, Srinadiatun, S.Pd merasa berhutang banyak kepada siswanya, dan pembelajaran Tatap Muka saat ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melunasi hal tersebut. 


"Sejak tanggal 13 September 2021 tatap muka kembali dilaksanakan dengan sistem shift A dan B secara bergantian, saya berusaha untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Dimana pada pertemuan hari pertama saya mengajar dengan memilih model pembelajaran Discovery Learning, dan memberikan stimulus berupa video yang dapat memancing peserta didik untuk kembali semangat belajar setelah beberapa bulan daring," terang Srinadiatun dengan semangatnya.


Dimana menurutnya selama daring banyak materi yang kurang dikuasai peserta didik, dan ini hal ini terlihat pada saat apersepsi dengan mereview materi sebelumnya, didapati peserta didik kurang antusias dan cenderung banyak diam, sehingga dirinya mengulang kembali materi pembelajaran.


"Dalam menerapkan metode pembelajaran ini, langkah-langkah yang saya lakukan yaitu Stimulus, Identifikasi Masalah, Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Verifikasi dan Kesimpulan. Dalam hal ini peserta didik bukan hanya menyimak tetapi menulis poin penting yang ada dalam video tersebut dan setelah penayangan video selesai peserta didik di beri kesempatan untuk bertanya sebagai tahapan identifikasi masalah," paparnya.


Sementara itu pertanyaan dalam identifikasi masalah terkait materi pembelajaran, siswa akan menjawab melalui kegiatan praktikum sesuai dengan LKPD yang sudah dirancang sebelumnya, dan dilakukan pengumpulan data, pengolahan data dan verifikasi dengan presentasi kedepan kelas dan di berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya dan menanggapi. Setelah menyimpulkan, Srinadiatun kemudian memberikan post test kepada siswa, yang mana dari upaya tersebut hasilnya bagus.


"Kondisi ini memang membuat kita lebih ekstra lagi, namun bagi rekan guru yang lain yang mengalami masalah yang sama dengan saya, marilah kita tetap bersemangat dalam mencerdaskan anak bangsa, semoga pendidikan Tebo semakin maju, dan jangan putus asa, mari bersama kita mencari solusi dan berbagi," tukasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.